Serat Kapuk
Serat kapuk berasal dari biji pohon kapuk (serat biji). Bulu kapuk memiliki tekstur yang mirip dengan bulu kapas. Ini adalah pohon tahunan yang tumbuh subur di daerah tropis, tumbuh hingga ketinggian sekitar 50 kaki atau lebih. Buahnya disebut polong, yang berbentuk panjang dan besar, dengan ujung meruncing. Ketika polong matang atau masak, ia jatuh dan terbuka dengan sendirinya, dan bulu kapuk kemudian terpisah dari bijinya — biji terpisah dari bulu dengan mudah. Kapuk ringan dan tidak mudah menyerap air, dan umumnya digunakan sebagai bahan pengisi untuk bantal, kasur, dan perabotan lainnya. Karena serat ini memiliki kekuatan tarik rendah dan sangat pendek, serat ini tidak dapat dipintal menjadi benang atau ditenun menjadi kain dengan baik, sehingga tidak umum digunakan untuk menenun kain.
Serat ini juga bisa disebut Selulosa Asetat, yang termasuk dalam keluarga serat selulosa termodifikasi, yang terdiri dari dua jenis: asetat dan triasetat. Serat ini berbeda dari serat selulosa sintetis
Serat akrilik adalah nama umum untuk serat sintetis yang merupakan jenis kedua yang dikembangkan oleh DuPont, meskipun awalnya belum bisa dibuat menjadi serat. Barulah kemudian, ketika