Free delivery in Thailand on orders over ฿1,200 · Made local, delivered with care
Ruedee.com
Serat Sintetis

Serat Sintetis

Serat Sintetis adalah serat yang dihasilkan dari penelitian dan pengembangan oleh para ilmuwan untuk meningkatkan performa, sifat, dan cakupan penggunaan serat, melampaui serat biasa yang berasal dari tumbuhan dan rambut hewan. Pada tahap awal penemuan serat sintetis, dimulai dengan serat yang disintesis dari selulosa yang diperoleh dari tumbuhan.

Ada 3 Jenis Utama Serat Sintetis Buatan Manusia, Yaitu:

  1. Serat Selulosa Sintetis

    Rayon

    Rayon adalah serat selulosa sintetis, atau selulosa regenerasi. Awalnya dikenal sebagai sutra buatan, dan kemudian disebut rayon, setelah mengalami peningkatan kualitas hingga diterima secara luas oleh para penggunanya. Serat rayon dicetuskan oleh Robert Hooke, yang mencatatnya dalam bukunya Micrographia, mengungkapkan keyakinannya bahwa masih ada cara untuk menciptakan serat yang menyerupai serat sutra...

  2. Serat Protein Sintetis

    Serat Protein Sintetis pertama kali diproduksi di Amerika Serikat sekitar tahun 1894. Pada saat itu diberi nama Vandura Silk, tetapi meskipun demikian, serat yang diproduksi pada periode awal tersebut masih memiliki sifat yang kurang baik, karena akan larut bila terkena air. Kemudian, pada tahun 1904, Todtenhaupt memproduksi serat protein dari kasein (whey susu), tetapi masih memiliki sifat yang tidak memadai karena serat tersebut tidak dapat menekuk atau berikatan dengan baik, sehingga tidak dapat dipintal menjadi benang untuk ditenun menjadi kain berkualitas baik.

    Antara tahun 1924-1935, Antonio Ferretli berhasil memproduksi serat dari kasein, dan menggunakan nama dagang Lanital untuk pertama kalinya. Sejak saat itu, produksi serat protein sintetis dari kasein menyebar ke negara-negara lain, diproduksi dan dijual dengan berbagai nama dagang — misalnya, disebut Tiolan di Jerman, Lactofil di Belanda, Fibrolene di Inggris, Merinova di Italia, dan Aralac di Amerika Serikat.

    Selain memproduksi serat protein sintetis dari kasein, para ilmuwan juga meneliti dan berhasil memproduksi serat protein dari kedelai, kacang tanah, dan jagung — misalnya, Vicara dari jagung, Ardil dari kacang tanah. Saat ini hanya sedikit jenis serat protein sintetis yang masih diproduksi, yaitu Merinova, Enkasa, dan Wipolan, tetapi dalam jumlah yang sangat sedikit.

  3. Serat Polimer Sintetis

    Serat sintetis yang dibuat dari bahan kimia (polimer) adalah serat yang diciptakan dari bahan kimia melalui metode kimiawi. Ada banyak jenisnya, seperti Nilon Poliester Akrilik Olefin dan sebagainya. Setiap jenis serat memiliki komponen kimia yang berbeda, tetapi memiliki proses produksi yang serupa.

แชร์หน้านี้ให้เพื่อน: