Free delivery in Thailand on orders over ฿1,200 · Made local, delivered with care
Ruedee.com
Serat Hewani: Wol

Serat Hewani: Wol

Sejarah Serat Hewani

Sejarah penggunaan serat hewani pada Zaman Batu Tua telah lama hilang ditelan waktu. Hanya disebutkan bahwa kulit domba dan wol telah digunakan dalam waktu lama sebelum metode memintal serat hewani menjadi benang dan menenunnya menjadi kain ditemukan, dan tidak ada bukti yang memastikan bahwa serat hewani (wol) adalah serat pertama yang diketahui manusia untuk digunakan.



Sifat-Sifat Serat Hewani

Serat hewani merupakan bagian dari kulit hewan, mengandung protein yang disebut keratin, senyawa kimia yang sepenuhnya kompleks. Keratin terdiri dari sekitar 18 jenis asam amino yang terhubung dalam rantai panjang, yang disebut rantai polipeptida. Serat ini mengandung sistin, yang terdiri dari gugus thiol (SH) yang membentuk ikatan disulfida, menghubungkan jenis protein ini bersama-sama. Protein ini mengandung atom sulfur dalam molekulnya, dan struktur molekulnya terdiri dari untaian panjang yang terpilin dan berjalan sejajar satu sama lain, dipegang bersama oleh ikatan hidrogen. Susunan molekulnya tidak terlalu teratur, karena ikatan sistin yang mengandung atom sulfur dalam molekul tersebut, dan susunan molekul yang tidak teratur ini memberikan serat hewani elastisitas yang baik, ketahanan terhadap kusut, dan pemulihan bentuk yang baik.



Kain Wol dan Kegunaan Praktisnya

Kain wol memiliki banyak kegunaan praktis, terutama di negara-negara dengan iklim dingin, di mana kain ini umum digunakan untuk membuat pakaian halus seperti jas dan mantel. Kain wol memiliki banyak sifat baik, seperti elastisitas yang baik, ketahanan terhadap kusut, penyerapan air dan kelembapan yang baik, serta memberi kehangatan bagi pemakainya. Kain ini mudah disetrika dan mempertahankan bentuknya dengan baik, serta lebih cocok untuk dry cleaning daripada pencucian basah, karena seratnya mudah meregang dan menyusut, menyebabkan bentuknya hilang.



Perawatan dan Pembersihan Kain Wol

Ketika pakaian wol menjadi kotor atau berdebu, sikat dengan lembut—kotoran dan debu akan hilang dengan mudah. Jika terkena air, kibaskan segera, lalu sikat kembali setelah kering. Sikat yang digunakan sebaiknya memiliki bulu yang lembut, dan penyikatan hanya boleh dilakukan saat dry cleaning. Untuk menjaga wol dalam waktu lama, dry cleaning adalah metode pembersihan terbaik. Jika pencucian basah diperlukan, gunakan sabun atau deterjen ringan dengan air hangat, uleni dengan lembut menggunakan tangan tanpa diperas. Jangan biarkan kain terendam dalam air cucian dalam waktu lama, karena serat akan menyusut sementara. Jika menggunakan bahan pemutih, gunakan yang ringan seperti hidrogen peroksida; jangan gunakan pemutih berbahan dasar klorin, karena akan menurunkan kualitas serat wol. Saat mengeringkan, letakkan pakaian mendatar di atas handuk untuk membantu menyerap air, dan bentuk pakaian dengan rapi. Jangan digantung untuk dikeringkan, karena ini akan meregangkan pakaian wol hingga kehilangan bentuknya. Keringkan di area yang teduh dan berventilasi baik, bukan di bawah sinar matahari langsung. Saat menyetrika dengan panas lembap, letakkan kain di atas kain wol sebelum menyetrika; jangan menyetrika dengan tekanan berat, karena ini akan meregangkan kain. Suhu setrika sebaiknya diatur pada rendah atau sedang; jika suhu yang digunakan terlalu tinggi, kain akan menjadi kaku dan menguning.

แชร์หน้านี้ให้เพื่อน: